BALIKPAPAN: Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan kian serius membangun citra pariwisata yang kompetitif dengan menyiapkan generasi muda sebagai ujung tombak promosi. Hal ini ditegaskan Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, saat membuka Grand Final Pemilihan Duta Wisata Manuntung dan Putri Pariwisata Kota Balikpapan Tahun 2026.
Menurut Rahmad, ajang ini bukan sekadar kontestasi, melainkan strategi jangka panjang untuk mencetak figur muda yang mampu menjadi representasi kota di tingkat nasional hingga internasional.
“Para finalis generasi muda pilihan yang memiliki potensi besar. Mereka diharapkan mampu mempromosikan keindahan alam, budaya, serta kearifan lokal Balikpapan,” ujarnya, pada hari Sabtu Malam, 18 April 2026.
Ia menekankan, di tengah persaingan destinasi wisata, peran duta wisata semakin penting sebagai “wajah” daerah, terutama dalam era digital yang menuntut kreativitas dan kemampuan komunikasi yang kuat.
Mengusung tema “Sustainable Glory of Manuntung: Empowering Local, Inspiring Global”, ajang ini diarahkan untuk melahirkan agen perubahan yang tidak hanya mengenalkan potensi lokal, tetapi juga mengangkat identitas Balikpapan ke panggung global.
Rahmad juga mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku industri menjadi kunci agar pengembangan pariwisata tidak berhenti pada seremoni, tetapi berdampak nyata terhadap ekonomi daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Balikpapan, C.I. Ratih Kusuma, menjelaskan bahwa proses seleksi telah berlangsung sejak Februari 2026 dengan antusiasme tinggi dari generasi muda. Dari 150 pendaftar, terpilih 24 finalis terbaik yang berasal dari beragam latar belakang, mulai dari pelajar hingga profesional muda.
“Para finalis tidak hanya berkompetisi, tetapi juga dipersiapkan menjadi representasi pariwisata Balikpapan yang berkarakter dan berdaya saing,” jelasnya.
Selama masa karantina, para finalis mendapatkan pembekalan menyeluruh, mulai dari wawasan pariwisata dan ekonomi kreatif, audiensi dengan pemerintah daerah dan DPRD, hingga kegiatan sosial di enam kecamatan. Mereka juga mengikuti city tour ke berbagai destinasi unggulan untuk memperdalam pemahaman terhadap potensi lokal.
Pembinaan ini dirancang untuk mencetak duta wisata yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat dan daerahnya.
Ratih menegaskan, tujuan utama kegiatan ini adalah membentuk generasi muda yang tangguh, kreatif, dan berintegritas. Para finalis diharapkan mampu menjadi motor penggerak promosi pariwisata yang inovatif dan berkelanjutan.
“Mereka harus mampu memberikan edukasi tentang pariwisata berkualitas sekaligus menghadirkan inovasi,” tambahnya.

Malam puncak menjadi momentum penentuan Duta Wisata Manuntung 2026, lengkap dengan sejumlah kategori penghargaan seperti Best Performance, Inteligensia, Favorit, dan Persahabatan.
Pemerintah Kota Balikpapan berharap seluruh finalis, baik yang terpilih maupun tidak, tetap berkontribusi dalam memajukan daerah. Di tengah perkembangan kota yang pesat, kehadiran generasi muda kreatif dinilai menjadi faktor kunci dalam membangun citra Balikpapan sebagai destinasi yang menarik, inklusif, dan berdaya saing.
Tahun 2026, Putra Duta Wisata Balikpapan Terpilih, Eagan Ferdian dan Putri Duta Wisata, Rr Amanda Aprilia. Putri Pariwisata Balikpapan, Naomi.(las)

















